Liputan jppn.com: Kondisi kebun raya di Indonesia yang makin terbatas lahannya, perlu diantisipasi pemerintah – Rabu, 27 September 2017

jpnn.com, JAKARTA – Kondisi kebun raya di Indonesia yang makin terbatas lahannya, perlu diantisipasi pemerintah.

Pasalnya, keberadaan kebun raya sangat penting untuk menyelamatkan aneka ragam hayati. Saat ini, baru ada 30 kebun raya sehingga dirasa kurang.

“Untuk Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas dan aneka ragam hayati, 30 kebun raya sangat kurang. Harusnya minimal 47 kebun raya untuk menampung beragam hayati,” kata Sudjati Budi Susetiyo, conservation expert Yayasan Kebun Raya Indonesia dalam acara diskusi Bhumi di Jakarta, Kamis (28/9).

Agar ragam hayati di daerah bisa diselamatkan, Sudjati menyarankan agar provinsi, kabupaten/kota membuat kebun raya. Tidak perlu lahan yang luas, kebun raya mini pun bisa.

“Kami sudah berupaya agar masing-masing daerah punya. Di daerah masih luas lahannya,” ujarnya.

Sayangnya, masih banyak kepala daerah yang belum berpikir pentingnya kebun raya. Padahal dengan adanya kebun raya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kesadaran gubernur, bupati/walikota masih minim. Untuk bangun kebun raya mereka masih melihat untung rugi. Secara bisnis, kebun raya tidak akan mendapatkan keuntungan. Namun, dia sangat penting untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Contohnya kebun raya Bogor. Betapa banyak mahasiswa yang mendapatkan gelar S1, S2, S3 dengan mempelajari tanaman di kebun tersebut,” papar Sudjati.

Sumber: https://www.jpnn.com/news/dorong-setiap-daerah-punya-kebun-raya